Translate

Sunday, February 27, 2011

Resensi Buku_Spiritual Economies


Buku ini berjudul lengkap Spiritual Economies: Islam, Globalization, and the Afterlife of Development, dengan mengambil observasi etnografis di Indonesia tepatnya di PT Krakatau Steel dengan objek studi ESQ (Emotional and Spritual Quotiens) ala Ari Ginanjar Agustian.

Penulis secara umum mengkaji respons Muslim terhadap globalisasi dan ide yang mendasari globalisasi. Objek yang dikaji dalam buku (Krakatau Steel) adalah situasi kompleks yang dihadapi oleh stakeholders perusahaan tersebut terutama dalam menghadapi proses deregulasi pemerintah terhadap penurunan tarif impor untuk baja yang bisa melemahkan daya saing perusahaan tersebut.

Dalam proses transisi tersebut, pelatihan-pelatihan ESQ lebih menekankan inner management improvement dari perusahaan tersebut untuk meningkatkan good governance, efisiensi, dan produktifitas dalam situasi yang berubah di era globalisasi, dimana protection terhadap perusahaan-perusahaan negara semakin berkurang. Dalam perspektif tersebut, penulis berkesimpulan bahwa gerakan pembaharuan nilai-nilai Islam dalam konteks tersebut tidaklah anti dengan era globalisasi bahkan ikut mendukung ideologi yang menurut penulis disebut sebagai neoliberalism.

Hipotesis penulis bisa dimengerti karena objek kajian dari gerakan pembaharuan nilai-nilai Islam seperti yang contohkan penulis berorientasi pada inner circle (lingkaran dalam) dari sebuah situasi yang dihadapi oleh dunia Islam pada saat ini, orientasi ini cenderung mengaburkan realitas di outer circle (lingkaran luar). Contohnya adalah kajian dari gerakan ESQ lebih kepada bagaimana mengubah nilai-nilai yang dianut seseorang dalam konteks kehidupan berekonomi dalam lingkup perusahaan, seperti meningkatkan produktifitas, efisiensi, good governance, smooth management, tetapi jarang memberikan perhatian terhadap sistem dimana perusahaan-perusahaan tersebut berada. Situasi era industrialisasi, globalisasi, interconnected economy dengan berbagai konsekuensinya bukan merupakan perhatian yang serius dalam pola gerakan pembaharuan nilai-nilai Islam dalam kasus yang diambil oleh penulis.


London, 27 February 2011
YAF

No comments: